Secure Email Services

Perusahaan yang baik akan membuat anggaran sumber daya manusia sesuai dengan kapasitas pekerjaan yang akan akan dikerjakannya. Dengan sistem informasi akuntansi yang terintegrasi kita dapat menganalisa suatu aktifitas kemudian kita hitung cost atau biayanya, kemudian kita bandingkan dengan kapasitas yang dapat dicapai dalam keadaan normal. Dari sini kita dapat mengerti seberapa besar kapasitas yang sudah dipakai dan dan kapasitas yang belum dipakai.

Sebagai contoh misalnya untuk menangani 100 kali penerimaan  barang per bulan perusahaan membutuhkan  5 karyawan dengan total gaji dan tunjangannya Rp 30.000.000. Kita dengan mudah menghitung biaya setiap penerimaan adalah Rp 30.000.000 /100 = Rp 300.000. Bagaimana jika ternyata rata-rata jumlah penerimaan per bulan hanya 80 kali penerimaan barang ?

Secara matematis kita memiliki persamaan seperti berikut ini:
cost of capability activity = cost of used capacity + cost of unused capacity.
Pada contoh di atas
Cost of capability activity = Rp 30.000.000
Cost of used activity = 80 x 300.000 =  Rp 24.000.000
Cost of unused capacity = cost of capability capacity – cost of used activity = Rp 30.000.000 – Rp 24.000.000 = Rp 6.000.000

Dengan mengetahui cost of unused capacity maka kita dapat mengalokasikan sisa kapasitas karyawan-karyawan tersebut ke aktifitas-aktifitas yang lebih produktif yang dibutuhkan perusahaan misalnya membantu team penjualan dalam menyiapkan hal-hal lain misalnya mengepak brosur penjualan.

Itulah contoh bagaimana sistem informasi akuntansi dapat membantu penerapan activity based costing untuk melakukan analisa unused capacity dan menyalurkan unused capacity kepada aktifitas-aktifitas yang lebih produktif.

Kunjungi www.ultima-erp.id untuk menambah wawasan anda.

Activity based costing dan unused capacity
× Ada yang dapat saya bantu ?